Wednesday, September 19, 2007

Salah kok ngotot?

Rabu, 19/09/2007 12:17 WIB
Sopir TransJ Dipukul Bikers Penyerobot Busway di Mampang

Penyerobotan busway oleh kendaraan non-TransJakarta (selanjutnya disebut TransJ), makan korban. Seorang sopir TransJ kena pukul dan didorong-dorong oleh sekitar 6 pengendara motor alias bikers penyerobot busway.


Selengkapnya, klik detikcom: situs warta era digital

Dah bisa ditebak kan, siapa yang salah? Jaman gini memang dunia sudah terbalik, yang jelas-jelas salah malah sok bener, ngotot, nggak mau ngalah, ngamuk lagi. Duuh...

Pak sopir, salut atas kesabaran Bapak, nggak ngebales mukul meski Bapak dipukuli. Kalau Bapak lagi puasa, moga puasa dan kesabaran Bapak dapet balasan dari Allah SWT. Amiin

Tuesday, September 18, 2007

Jhoos Download Location


Thank you for visiting Jhoos Dating Messenger Website.

Jhoos messenger is currently available for Windows XP/2000 and Windows Vista.
Visit here to download Jhoos Messenger

- Jhoos Support

You have received this e-mail since you visited www.jhoos.com and requested to download the Jhoos Messenger.
If you do not wish to receive any e-mails from Jhoos please visit here.

Mulyani Lina has sent you a Jhoos invitation

Mulyani Lina has invited you to Jhoos
Hi,
I have just joined the Jhoos Dating network. I wish to invite you to Jhoos as well.

Jhoos is a Dating Network with chat facilities that would let you search for members across the globe and chat with them instantly.

See you at Jhoos

Mulyani Lina

 
Accept Invitation
Click here to accept the invitation

Already a member of Jhoos? Visit to prevent further reminders of this invitation
Prefer not to receive invitations from Jhoos members? Block further invitations

Monday, September 17, 2007

Kalau bukan sekarang, kapan lagi?


Malam kedua Ramadhan 1428 H saya sempet tarawih di Mesra (Mesjid Raya) Bogor, tumben-tumbenan jalanan Jakarta hari itu lengang banget, masih keburu maghriban di Bogor malah, oh.. indahnya Jakarta kalo tiap hari bebas macet.

Anyway, singkat cerita tampillah pak ustadz di mimbar (namanya saya gak inget, diri ini memang paling susah nginget nama orang), dengan berapi-api --walau tidak mengeluarkan api-- beliau mengajak kaum muslimin untuk menjadikan bulan puasa kali ini sebagai momen untuk memperbaiki diri. Kalimat beliau yang paling saya ingat adalah, "Kalau di bulan puasa saja ketika Syeitan-Syeitan dikerangkeng kita tidak mau beribadah, bagaimana dengan bulan-bulan di luar Ramadhan? Kalau di bulan puasa saja kita tidak mampu menghindari maksiat, apalagi di bulan-bulan lainnya dimana Syeitan-Syetan tak henti-hentinya menggoda kita?" Begitu kira-kira ceramah yang beliau sampaikan.

Memang betul apa yang dibilang pak ustadz tadi, saat ini Allah mengikat syeitan-syeitan sehingga tidak dapat menggoda manusia. Berarti ini suatu kesempatan besar bagi kita, gak ada musuh yang menghalang-halangi, nggak ada Iblis yang menjerumuskan kita kepada kemaksiatan. Inilah kesempatan bagi kita untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri.

Sempat terpikir, kok bisa ya saat semua syeitan dibelenggu tapi kemaksiatan tetap saja ada? Orang-orang dengan seenaknya makan, minum, ngudud (ngerokok) di tempat umum tanpa malu-malu. Kalau jaman dulu pas siang-siang di bulan puasa orang makan atau ngopi di pinggir jalan cuma keliatan kakinya doang karena warungnya dihalangi kain bekas spanduk, sekarang sih nggak lagi, terang-terangan, kagak tahu malu, teerrlaaluu... (begitu kata bang haji Rhoma). Tempat-tempat hiburan malam tetep aja rame tuh, penuh malah. Meski perda membatasi aktifitas hiburan malam 'cuma' sampai jam 2 pagi, tapi tetep aja apa yang mereka lakukan jauh dari ajaran Islam. Dan mestinya di antara para pengunjung tempat hiburan malam ada kaum muslimin.

Lalu kok bisa hal itu terjadi sementara syeitan sang penggoda nggak bisa berkutik? Apakah syeitan tetep dapat menggoda manusia dari jarak jauh layaknya para napi yang bisa mengendalikan bisnis narkoba walau dari dalam penjara? Pernah seorang ustadz menjelaskan --lagi-lagi saya nggak inget ustadz mana, apalagi namanya, blank sama sekali nggak inget-- bahwa syeitan memang dibelenggu dan tidak bisa menggoda manusia, tapi ingat! Syeitan sudah berhasil 'mendidik' jiwa-jiwa manusia di luar bulan Ramadhan sehingga perilaku dan kecenderungannya nggak jauh dengan sifat syeitan. Jadi walaupun sang 'guru' sedang dikerangkeng, tapi murid-murid didikannya ini tetap menunjukkan perilaku 'guru'-nya tadi, ya si syeitan iblis itu. Makanya jangan heran kalau di bulan Ramadhan masih banyak orang-orang yang berbuat maksiat dan meninggalkan kewajiban ibadah, Na'udzubillah min dzalik! Hiii!!

Kembali ke ceramah tarawih ustadz tadi, mudah-mudahan kita tergolong orang yang bisa memanfaatkan momen bulan Ramadhan ini untuk merenung, memperbaiki diri dan beribadah lebih getol lagi. Ya Allah, bantulah hamba-Mu ini untuk senantiasa istiqomah di jalan-Mu. Amiin...

Sunday, September 16, 2007

Korban gempa Bengkulu 2007 buang-buang beras!


Berikut cuplikan berita di MetroTVNews.com:

Metrotvnews.com, Mukomuko: Ratusan pengungsi korban gempa di Kabupaten Mukomuko, Sabtu (15/9) sekitar pukul 16.00 waktu setempat mengamuk. Warga yang mengungsi di Lapangan Lubuk Bintang itu melampiaskan kekesalan mereka dengan membuang beras ke jalanan sebagai aksi protes mereka karena pendistribusian bantuan tidak merata. Warga membanting karung beras di jalan. Beras yang tercecer lantas diinjak-injak beramai-ramai.

Aksi ini dilakukan warga karena bantuan beras dari pemerintah kabupaten setempat tidak mencukupi untuk seluruh pengungsi di Lapangan Lubuk Bintang yang sekitar 800-1.000 pengungsi. Bantuan yang diterima warga hanya lima karung beras dengan ukuran 50 kg. Bahkan, di kantor kecamatan setempat tidak tercatat jumlah korban pengungsi yang tinggal di lapangan Lubuk Bintang.

Selengkapnya bisa diklik di sini.

Sebenarnya sedih juga melihat kejadian ini, pikiran saya langsung mengira-ngira apa penyebab para pengungsi ini membuang-buang beras yang mereka terima. Bisa dimaklumikah perbuatan mereka?

Kalau menilik sebabnya, ada beberapa faktor baik faktor kinerja pemerintah maupun sikap para pengungsi menghadapi bencana ini. Dari sisi pemerintah, hal ini dipicu oleh tidak meratanya kiriman bantuan pemerintah kepada korban bencana. Tentu kita harus menyesalkan kenapa pemerintah tak kunjung belajar dari pengalaman bencana-bencana sebelumnya yang pernah terjadi, mulai dari Tsunami dahsyat Aceh di akhir tahun 2004, gempa bumi Padang, dan bencana-bencana lain hingga sekarang. Distribusi bantuan selalu menjadi masalah, entah itu kiriman yang telat, tidak merata, tidak sampai kepada sasaran, hingga dana yang ditelikung oleh oknum-oknum bejat. Tentu saja penanganan korban bencana merupakan tanggung jawab pemerintah dan harus dilakukan sesegera mungkin.

Dari sisi korban bencana, tentu perbuatan membuang beras tetap tidak bisa dibenarkan, sekesal-kesalnya mereka sama pemerintah, pilihan membuang bahan makanan merupakan pilihan keliru, mubadzir dan tidak berperikemanusiaan. Kalau mereka mau sedikit bersabar dan berfikir sedikit rasional, alangkah lebih baiknya bantuan itu diterima, diolah jadi makanan dan kalau memang kurang banyak, toh masih bisa diberikan kepada anak-anak dan manula atau orang-orang yang sakit sebagai prioritas. Akibat perbuatan ngaco mereka, sempat ditayangkan di Metro TV gambar anak-anak yang hanya mengkonsumsi mie instan. Coba kalau beras tersebut tidak dibuang, anak-anak tentu dapat makan beras yang gizinya lebih baik. Aya-aya wae'...

Ya Allah, apakah 'attitude' mereka ini merupakan pemicu terjadinya bencana yang bertubi-tubi ini. Hindarkan kami dari perbuatan mubadzir dan tidak penyabar seperti ini, dan jangan Engkau hukum kami dengan bencana-bencana lainnya. Sadarkan kami ya Allah... Amiin.

Saturday, September 15, 2007

Gempa Bumi Bengkulu 2007, sebuah peringatan?

Malam pertama bulan Ramadhan 1428 H kita dikejutkan oleh berita terjadinya gempa yang berpusat di sekitar perairan Bengkulu. Gempa tersebut sempat dirasakan sebagian warga Jakarta terutama yang berada di gedung-gedung bertingkat. Saya sendiri nggak merasakan goyangan gempa, berhubung sedang bergoyang-goyang ria di atas bis :p, jadi samar antara goyangan bis dan goyangan gempa. Membayangkan betapa besarnya kekuatan gempa tsb, saya langsung khawatir akan terjadinya tsunami, bayangkan, 7.9 skala Richter! kedalaman pusat gempanya cuma 10 km lagi, setidaknya dua syarat terjadinya tsunami sudah 'terpenuhi'. Tapi Alhamdulillah, bencana yang lebih parah (tsunami) akhirnya tidak terjadi, meskipun kerusakan yang terjadi tidak kalah parahnya.

Semoga ini merupakan ujian dari Allah SWT buat orang-orang yang beriman di bulan Ramadhan ini, dan kaum muslimin di sana bisa tabah menghadapi musibah ini. Insya Allah kalau mereka sabar dan bahkan bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik, Allah nggak akan menyia-nyiakan kesabaran mereka. Buat kita yang jauh dari lokasi, ini juga merupakan peringatan bahwa bencana bisa datang kapan saja, apalagi kerusakan planet kita saat ini sudah amat sangat parah, sepertinya bencana hanya tinggal menunggu waktu saja kedatangannya.

Ya Allah semoga Engkau tidak menimpakan bencana kepada kami, dan semoga kami semua sadar dan kembali ke jalan-Mu.

Oh ya, berikut ini ada artikel yang saya comot dari Wikipedia, moga bermanfaat:





Gempa Bumi Bengkulu 2007 adalah rangkaian gempa yang terjadi di Palung Jawa, di lepas pantai Bengkulu, Sumatra, Indonesia. Gempa ini menimbulkan peringatan tsunami di pantai-pantai Samudra Hindia, yang kemudian dicabut.

Gempa awal memiliki kekuatan 8.4 Mw atau 7.9 SR, terjadi pada tanggal 12 September 2007 pukul 18.10 WIB. Pusat gempa terletak kira-kira 10 km di bawah tanah, sekitar 105 km lepas pantai Sumatra, atau sekitar 600 km dari ibukota Jakarta. Gempa utama ini diikuti oleh serangkaian gempa susulan, yang berkekuatan sekitar 5 sampai 6 Mw pada patahan yang sama. Gempa utama tersebut juga disusul dengan gelombang pasang yang kemudian membanjiri sedikitnya 300 rumah penduduk dan bangunan publik di Pulau Pagai, Kepulauan Mentawai sampai setinggi 1 meter.

Gempa besar kedua terjadi dengan kekuatan 7.8 Mw, pada 13 September (WIB) di daerah Kepulauan Mentawai, 2.526°LS 100.963°BT -- 188 km dari Padang, Sumatra Barat, di kedalaman 10 km. Gelombang pasang yang terjadi di Thailand dan pengamatan ilmiah lainnya di Samudra Hindia setelah gempa kedua ini memicu peringatan tsunami kedua.

sumber: Wikipedia Indonesia dan Wikipedia Malaysia

Thursday, August 30, 2007

Wanita pernah dibunuh saat dia lahir ke dunia
Wanita pernah diwariskan dari Ayah kepada anaknya
Wanita pernah kehilangan hak belajar dan hak kepemilikan atas harta benda
Wanita juga pernah kehilangan haknya untuk bersuara
Dalam lagu legendaris, disebutkan 
    " wanita di jajah pria sejak dulu, dijadikan perhiasan sangkar madu..."
Tidak banyak yang tahu kalau Islamlah yang pertama kali mempelopori pembebasan wanita menuju ke kemuliaannya.
Saat ini kita, kaum wanita,  menikmati kebebasan yang terkadang kebablasan..
Apakah kondisi saat ini, juga masih memuliakan wanita...?
Apakah justru kita kembali ke abad yang lalu menjadi komoditi yang tidak mampu menentukan nasibnya sendiri?
 
Temukan jawabannya  di acara Women's Chatting on Islam
                "Islam Memuliakan Wanita"
Bersama Ir Nanik Wijayati-Wapemred Majalah Female Readers
                Jumat, 31 Agustus 2007
                     18.30 - 21.00 WIB 
   Di Mushalla Lt. 3 Wisma Standard Chartered 
            Jl Jend Sudirman Kav. 33A
                              Jakarta